Kisah Cinta Pemuda Miskin

Dikisahkan oleh penulis dari situsĀ penaqolbi.com”Julaibib” begitulah namanya, dia adalah seorang pemuda miskin sahabat Nabi Saw yang bertubuh mungil dan pendek, wajahnya sangar, kulitnya hitam dan juga bisa dibilang terkesan jelek.
ketika ia lahir kedunia dia tidak pernah melihat kedua orang tuanya dan dia juga tidak pernah mengetahui tentang asal usul nasab keluarganya.
Julaibib menghabiskan hidupnya di Suffah (disebuah daerah yang terdapat disekitar masjid Nabawi) bersama orang orang fakir miskin lainnya, pakaiannya terlihat lusuh, telapak kakinya pecah pecah, dan dia tidur tanpa beralas dengan menjadikan tangan sebagai bantal tidurnya. setiap harinya dia meminum air dari sebuah telaga umum yang diceduk langsung dengan kedua tangannya.
Meskipun demikian, akan tetapi ternyata Julaibib adalah seorang lelaki yang alim dan taat dalam beribadah. dia tidak pernah menyesal dan mengeluh tentang keadaan hidup yang telah ditakdirkan Allah untuk dirinya itu, karena dia selalu bersyukur atas rahmat dan nikmat yang telah dikaruniakan Allah untuk dirinya tersebut.
Pada suatu hari tiba tiba Julaibib merasa kesepian sehingga timbul hasrat dihatinya untuk menikah. lalu kemudian diapun berjalan mengelilingi kota untuk mencari orang tua yang mau menjodohkan anak mereka dengan dirinya. setelah lama berkeliling mencari jodoh, akan tetapi ternyata dia selalu ditolak oleh setiap orang tua yang telah ditemuinya itu.
Meskipun ia selalu ditolak, namun sedikitpun Julaibib tidak pernah mau menyerah dan juga berputus asa. pada hari hari berikutnya dia pun kembali melakukan hal yang sama yakni berkeliling kota untuk mencari jadoh kekasih hatinya tersebut. akan tetapi lagi lagi ternyata Julaibib itu pun selalu ditolak oleh setiap orang orang yang dijumpainya tersebut.
Akhirnya Julaibib pun merasa sedih, lalu kemudian dia pergi membawa dirinya itu kemasjid Nabawi untuk beribadah dan sekaligus bermunajat kepada Allah tentang rasa filu yang telah dirasakannya tersebut. pada waktu yang bersamaan, ternyata Rasulullah Saw pun hadir dimasjid Nabawi diketika itu.
Lalu tiba tiba Rasulullah menemukan Julaibib dalam keadaan sedih. lalu Rasulullah pun berkata pada Julaibib, “Ya Julaibib, kenapa engkau terlihat sedih”?? lalu Julaibib pun menjawab “Ya Rasulullah, usiaku semakin hari semakin lanjut, namun saya belum juga mendapatkan jodoh, setiap kali saya ingin melamar seorang wanita, namun ternyata lamaran saya itu selalu ditolak oleh mereka”.
Lalu Julaibib melanjutkan lagi “ya sudahlah Rasulullah, tidak apa apa, saya ingin berhenti saja mencari jodoh karena orang orang tidak ada yang mau menikah dengan saya. akan tetapi ya Rasulullah.. jika saya tidak mendapatkan jodoh didunia, maka kira kira diakhirat nanti apakah saya bisa mendapatkan jodoh”??.
Lalu Rasulullah Saw berkata “Ya Julaibib, engkau akan mendapatkan jodoh didunia dan diakhirat dengan wanita yang cantik, solehah, dan juga kaya didunia dan diakhirat”. mendengar ucapan Rasulullah tesebut, sehingga membuat Julaibib pun merasa penasaran dan berkata “bagaimana mungkin ya Rasulullah, setiap kali saya ingin melamar wanita, setiap kali itu juga saya selalu ditolak, siapakah orang yang mau menikah dengan lelaki yang miskin ini??”.
Lalu Rasulullah Saw berkata “Ya Julaibib,, pergilah engkau menemui rumah kepala suku Anshar Fulan Bin fulan, titipkan salamku pada mereka dan katakan kepada mereka bahwa aku ingin melamar putri mereka untuk engkau ya Julaibib”.
Maka bergegaslah Julaibib menuju rumah yang telah dimaksudkan oleh Rasulullah Saw tesebut. dengan pelan dia mengucapkan salam dan mengetuk pintu rumah itu, dan tidak lama kemudian akhirnya si tuan rumah tersebut pun membukakan pintu rumahnya itu untuk Julaibib.
Kemudian mereka mempersilakan Julaibib untuk duduk dan menanyakan perihal kedatangan Julaibib tersebut kerumah mereka. “Ya Julaibib, hal apakah yang telah membawamu kesini, apakah kami dapat membantunya??”. lalu Julaibib pun berkata sesungguhnya kedatangan saya kesini ialah membawa salam dan pesan dari Rasulullah untuk kalian” .
Lalu si tuan rumah tersebut pun menjawab salam itu dengan rasa senang dan bahagia sembari bertanya ,i> “Ya julaibib, pesan apakah yang telah dititipkan oleh Rasulullah kepada engkau itu?”, Lalu dengan gugup dan malu Julaibib menjawab “Rasulullah ingin melamar putri kalian untuk saya “, .
Mendengar jawaban si Julaibib, sehingga membuat ayah si perempuan tersebutpun menjadi terkejut, dan kemudian ayah perempuan tersebut berkata “Ya Julaibib, baiklah tunggu sebentar, saya pergi kebelakang sebentar untuk memusyawarahkan hal ini dengan istri saya”, ,i> “Ya tuan, tidak apa apa silahkan”.
Sebenarnya ayah perempuan tersebut merasa keberatan untuk menikahkan putrinya itu dengan Julaibib. dan dia pun berpikir untuk mencari jalan keluar agar putrinya itu tidak menikah dengan Julaibib dan bagaimana caranya agar Rasulullah Saw tidak terrsinggung dengan penolakan mereka tersebut.
Ketika sedang berdialog dan berargumentasi dengan istrinya untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut, tiba tiba putrinya itu keluar dari kamar dan menanyakan hal apakah yang telah membuat ayah dan ibunya itu terdengar agak berisik diluar kamar. dan kemudian Ayah perempuan tersebutpun memberitahukan kepada anaknya itu tentang masalah apakah yang sedang mereka bicarakan tersebut.
Mendengar penjelasan dari Ayah nya tersebut, lalu putrinya itupun berkata “Wahai ayahku,, jika ini adalah perintah dari Rasulullah, mengapa Ayah dan Ibu masih memusyawarahkan hal ini??, bukan kah orang orang yang tidak mau mendengarkan perintah Allah dan Rasul nya itu akan dimasukkan kedalam api Neraka, apakah Ayah dan Ibu tidak takut dengan siksa Allah??”
Mendengar pernyataan dari anak mereka tersebut, lalu Ayahnya bertanya “wahai putriku, apakah engkau kenal dengan Julaibib? bagimanakah nanti kehidupanmu setelah menikah dengannya??”, lalu Putri mereka menjawab “iya, aku tahu siapa itu Julaibib, bagaimanakah kehidupanku setelah menikah dengannya akan aku serahkan semuanya kepada Allah Swt” .
Setelah mendengar jawaban dari putrinya itu, akhirnya ayah perempuan tersebut pun merestuinya.dan kemudian pada akhirnya Julaibib si pemuda miskin yang berkulit hitam itu pun menikah dan hidup bahagia bersama seorang wanita yang sangat cantik, dan yang sangat solehah hingga akhir hayatnya.
Wallahua’lam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*